Jumat, 19 Juni 2020

7 Tips Jitu Ajari Anak Disiplin     


Anak-anak harus diajarkan disiplin sejak dini. Tapi ingat, orang tua harus konsisten dalam melakukannya.

Psikolog Anak, Remaja, dan Keluarga, Jovita Maria Ferliana, memberikan 7 tips jitu mengajarkan anak disiplin nih, Bun. Berikut pemaparanya yang telah saya kutip. Selamat membaca

1. Buat Table Waktu

Tulis atau gambarkan jadwal harian anak. Misalnya pukul 06.00 bangun pagi, pukul 06.30 mandi, 07.00 sarapan, 07.30 berangkat ke sekolah, 12.30 pulang sekolah, 13.00 makan siang, 13.30-15.00 tidur siang, 15.30 mandi sore, 15.30-16.00 membuat PR, 16.00-17.30 bermain di luar, 18.00 makan malam, 19.00 bermain dengan Ayah dan Bunda, dan pukul 20.00 tidur.

Tujuan dari membuat tabel waktu ini adalah agar anak dapat belajar mengatur waktu dan lebih disiplin dalam beraktivitas.

2. Beri Informasi Anak Bagaimana Perilaku yang Benar

Anak-anak bisa saja melakukan kesalahan. Misalnya, dia ingin meminjam mainan temannya tapi nggak dikasih. Alhasil, anak mendorong si teman. Jovita bilang, orang tua perlu mengatakan ke anak perilaku itu tidak boleh dilakukan dan beri solusinya.

Misalnya kita bilang ke anak, "Kak, kalau mau pinjam mainan bilang ke teman 'Aku pinjam ya mainannya.'"

3. Beri Aturan dan Konsekuensi

Ada aturan sudah pasti perlu konsekuensi. Misalnya ketika anak nggak melakukan tugas membereskan kamar sesuai yang telah disepakati. Apalagi Bunda sudah mengingatkan beberapa kali. Karena ada aturan yang dilanggar maka anak mendapat konsekuensi yakni kehilangan waktunya menonton TV misalnya.

Ketika aturan dan konsekuensi dibuat dengan jelas, spesifik dan logis, anak akan belajar mendisiplinkan dan mengatur tindakannya.

4. Tunjukkan Rasa Sayang dan Menghargai

Bagaimana orang tua ingin diperlakukan oleh anak, maka seperti itu pulalah cara yang harus ditunjukkan ke anak. Bila anak melakukan tindakan yang kurang baik, katakan pada anak perilaku tersebut nggak baik, Bun.

"Misalnya tidak boleh memukul karena akan menyakiti orang lain, tidak boleh berkata kasar karena akan melukai perasaan orang lain. Walau demikian, tunjukkan pada anak bahwa kita tetap menyayangi dan menghargainya. Dengarkan pendapatnya kemudian jelaskan tingkah laku yang benar seperti apa disertai alasannya," papar Jovita.

5. Konsisten

Kadang boleh, kadang tidak boleh. Ketidakkonsistenan seperti ini justru membuat anak bingung dan marah. Apabila orang tua telah menetapkan aturan, maka aturan tersebut harus berlaku seterusnya. Ayah dan Bunda harus sepakat untuk menerapkan aturan yang sama. Dengan penerapan aturan yang konsisten, anak paham perilaku seperti apa yang diharapkan oleh orang tua.

6. Dengar Pendapat Anak Saat Tetapkan Aturan

Kedisplinan anak bukan hasil dari diktator orang tua semata-mata. Makanya, ketika menetapkan aturan untuk anak jangan segan mengajak mereka diskusi, Bun. Anak-anak sudah bisa diajak diskusi kok meskipun usianya masih 5 tahun misalnya. Beri kesempatan anak untuk mengungkapkan pendapatnya atas aturan yang berlaku di rumah.

7. Beri Penghargaan

Bila anak menunjukkan perilaku baik termasuk disiplin, jangan lupa beri mereka apresiasi. Apresiasi untuk anak nggak melulu harus berupa barang kok. Dengan dipuji setelah berperilaku baik aja anak-anak sudah happy.

Source :
https://www.haibunda.com/parenting/20180916132631-61-26053/7-tips-jitu-ajari-anak-disiplin

10 Cara Mengajarkan Anak Membaca dengan Cepat dan Mudah di Rumah


Belajar membaca bisa jadi kegiatan yang menyenangkan


Terkadang kebanyakan orangtua lupa tentang proses belajar membaca, hingga akhirnya memutuskan untuk mulai mengajarkan sendiri anak-anak membaca di rumah.

Mungkin berlawanan dengan apa yang diyakini sebagian orangtua, belajar membaca bukanlah proses ‘alami’ yang terjadi dengan sendirinya.

Belajar membaca merupakan hal kompleks yang membutuhkan cara pengajaran yang tepat dari berbagai keterampilan dan strategi, seperti mengajarkan fonik untuk mengetahui hubungan antara huruf dan suara dan kesadaran fonemis.

Kabar baiknya, meskipun belajar membaca merupakan proses yang kompleks, langkah-langkah yang diambil untuk membangun keterampilan ini cukup sederhana dan mudah.

Kali ini saya akan menginformasikan tentang cara mengajarkan anak membaca dengan cepat dan mudah memakai strategi sederhana yang teruji waktu, di bawah ini.

1. Memahami setiap keterampilan inti sebagai komponen penting dalam mengajarkan anak membaca


Cara mengajarkan anak membaca yang mudah dan cepat untuk awalnya, Mama perlu memerhatikan ini.

Penting untuk diingat bahwa belajar membaca melibatkan berbagai keterampilan yang berbeda. Ada lima komponen penting dalam belajar membaca. Ini adalah keterampilan yang dibutuhkan semua anak untuk berhasil belajar membaca, yaitu:

Kesadaran fonemik: kemampuan untuk mendengar dan memanipulasi suara yang berbeda dalam kata-kata

Fonetik: mengenali hubungan antara huruf dan suara yang dihasilkannya

Kosakata: memahami makna kata-kata, definisi mereka, dan konteksnya

Pemahaman membaca: memahami makna teks, baik dalam buku cerita dan buku informasi

Kefasihan: kemampuan membaca dengan keras dengan kecepatan, pengertian dan akurasi

2. Menggunakan lagu anak-anak atau sajak bertemakan anak untuk membangun kesadaran fonemis

Lagu-lagu anak-anak dan sajak anak-anak tidak hanya menyenangkan, namun sajak dan ritme dapat membantu anak-anak untuk mendengar suara dan suku kata dalam kata-kata, yang membantu mereka belajar membaca.

Cara yang baik untuk membangun kesadaran fonemik yang merupakan salah satu keterampilan terpenting dalam belajar membaca adalah dengan bertepuk tangan bersama dan melafalkan lagu secara serempak.

Aktivitas bermain dan membangun ikatan dengan Mama adalah cara yang menyenangkan bagi anak-anak untuk secara implisit mengembangkan keterampilan membaca yang akan mengatur mereka untuk dapat membaca.

3. Buat kartu kata sederhana di rumah dan ajak anak untuk memilih serta membaca kata di kartu

Gunting kartu sederhana dan tulis kata yang berisi tiga suara di setiap kartu seperti ‘pot’, ‘rak’, ‘tas’, ‘van’ dan lainnya. Undang anak untuk memilih kartu, lalu baca kata itu bersama dan angkat tiga jari untuk menghitung keberhasilan mereka.

Kemudian minta mereka untuk mengatakan suara pertama yang mereka dengar dalam kata, kemudian yang kedua, dan yang ketiga. Kegiatan sederhana ini hanya memerlukan sedikit waktu persiapan untuk membangun keterampilan fonik dan menyuarakan kata-kata.

Jika anak baru memulai dengan mempelajari huruf-huruf alfabet, fokuslah pada bunyi setiap huruf lebih dari sekadar nama huruf.

4. Melibatkan anak pada lingkungan yang memiliki banyak media cetak di rumah seperti poster, buku, label

Ciptakan waktu setiap harinya untuk membangun keterampilan membaca anak dengan menciptakan lingkungan yang memiliki media cetak di rumah. Misalnya membuat anak melihat kata-kata yang dicetak pada poster, grafik, buku, label, dan lain-lain.

Memungkinkan anak-anak untuk melihat dan menerapkan koneksi antara suara dan simbol huruf. Saat keluarga sedang melakukan perjalanan liburan, tunjukkan poster, papan iklan, dan tanda-tanda. Pada saatnya nanti dapat membuat anak terlatih untuk mengeluarkan suara huruf untuk membuat kata.

Fokus pada huruf pertama dalam kata-kata. Tanyakan kepada anak, "Suara apa huruf itu?", "Kata apa lagi yang dimulai dengan suara itu?", "Kata apa yang menggunakan huruf itu?"

5. Lakukan permainan kata setiap berada di rumah atau di perjalanan untuk mengolah pemikiran anak


Meningkatkan strategi dari langkah sebelumnya, perkenalkan permainan kata sederhana secara teratur. Fokus pada bermain permainan yang mendorong anak untuk mendengarkan, mengidentifikasi, dan memanipulasi suara dengan kata-kata.

Misalnya, mulailah dengan mengajukan pertanyaan seperti, "Apa bunyi huruf itu?", "Suara apa yang diakhiri dengan huruf itu?", dan "Kata-kata apa yang dimulai dengan suara itu?". Lakukan kegiatan ini beberapa kali dalam sehari agar dapat mengolah pemikiran anak untuk mulai membaca.


6. Mengajak anak untuk bermain magnet huruf di papan atau kulkas dan pisahkan huruf vokalnya ke satu sisi

Suara vokal tengah bisa menjadi pelajaran sulit untuk beberapa anak, itulah sebabnya kegiatan ini bisa sangat membantu. Siapkan magnet huruf di papan atau lemari es dan pisahkan huruf vokal a, e, i, o, u ke satu sisi.

Ucapkan kata konsonan-vokal-konsonan, misalnya 'kucing'.

Kemudian minta anak untuk mengejanya menggunakan magnet. Untuk membantu mereka, Mama dapat mengucapkan setiap suara vokal dengan keras sambil menunjuk hurufnya, dan kemudian tanyakan pada anak suara mana yang mirip dengan suara tengah pada kata tersebut.

Jika anak mulai bisa mengikuti, berarti cara mengajarkan membaca pada anak ini mulai berhasil penerapannya.

7. Memanfaatkan kemampuan teknologi untuk membuat anak tetap terlibat dalam belajar membaca

Belajar membaca harus menjadi proses yang menyenangkan agar anak-anak tetap termotivasi untuk meningkatkan kemampuannya. Kadang-kadang seorang anak mungkin penuh kegembiraan dan keinginan untuk belajar di awal, tetapi begitu mereka kesulitan dapat merasa kewalahan dan mudah menyerah.

Mama mungkin dapat menggunakan pelajaran mandiri di aplikasi di website atau smartphone yang sesuai dengan kemampuan setiap anak. Anak-anak secara teratur menyelesaikan kegiatan dan mencapai tingkat baru, yang membuat mereka termotivasi untuk tetap di jalur.

Orangtua juga dapat melihat laporan kemajuan untuk melihat bagaimana keterampilan anak meningkat.

8. Mengajak anak membaca buku cerita bersama setiap hari dan ajukan pertanyaan tentang buku yang dibaca

Mungkin Mama tidak menyadari betapa banyak keterampilan dapat diambil melalui tindakan sederhana, seperti membacakan cerita pada anak. Tidak hanya menunjukkan kepada mereka cara mengucapkan kata-kata.

Namun juga membangun keterampilan pemahaman kunci, mengembangkan kosa kata mereka, dan membiarkan mereka mendengar seperti apa suara pembaca yang fasih.

Yang paling penting, membaca bersama dengan teratur membantu anak mengembangkan kemampuan membaca, yang merupakan cara terbaik untuk mengatur mereka agar sukses membaca.

Perkuat keterampilan pemahaman anak dengan mengajukan pertanyaan saat membaca. Untuk anak-anak yang lebih kecil, dorong mereka untuk terlibat dengan gambar, misalnya "Apakah kamu melihat perahu?”, “Apa warnanya kucing?”

Untuk anak yang lebih besar, ajukan pertanyaan tentang apa yang baru saja dibaca, seperti, "Menurutmu kenapa burung kecil itu takut?", "Kapan Sophie menyadari dia memiliki kekuatan khusus?"

9. Menggunakan strategi “Lihat kata, ucapkan kata” pada kata-kata penglihatan dan kata yang sering muncul

Kata-kata penglihatan adalah kata-kata yang tidak mudah terdengar dan perlu dikenali saat dilihat. Kata-kata penglihatan frekuensi tinggi adalah kata-kata yang sangat sering muncul dalam membaca dan menulis seperti, kamu, aku, kami, pernah, dan, untuk, memiliki, memiliki, mereka, di mana, dulu, tidak.

Strategi untuk mempelajari kata-kata penglihatan adalah, "Lihat kata, ucapkan kata". Belajar mengidentifikasi dan membaca kata-kata penglihatan sangat penting bagi anak-anak kecil untuk menjadi pembaca yang lancar.

Sebagian besar anak-anak akan dapat mempelajari beberapa kata penglihatan pada usia empat tahun dan sekitar 20 kata penglihatan pada akhir tahun pertama sekolah mereka.

Mama dapat mengajarkan kata-kata penglihatan dengan bermain dengan kartu yang terdapat kata-kata di dalamnya

10. Bersabarlah yaitu cara terbaik untuk mengajarkan anak membaca dan membuatnya tetap senang

Setiap anak belajar dengan kecepatannya sendiri, jadi selalu ingat satu hal terpenting yang dapat Mama lakukan adalah membuat cara pengajaran yang menyenangkan.

Dengan membaca secara teratur, mencampuradukkan kegiatan-kegiatan yang dipilih, dan membiarkan anak memilih buku-buku mereka sendiri sesekali.

Sebelum mulai mengajar membaca, sebaiknya Mama dapat menanamkan pada anak kecintaan awal untuk membaca serta berikan mereka motivasi dan peluang terbaik untuk sukses membaca dalam waktu singkat.

Source :
https://www.google.com/amp/s/www.popmama.com/amp/kid/4-5-years-old/jemima/cara-mengajarkan-anak-membaca-dengan-cepat-dan-mudah-di-rumah

Tips Belajar di Rumah Saat Pandemi

Halo, adek2 ! Gimana kabar kamu semua? Semoga dalam keadaan sehat dan masih tetap mematuhi peraturan Pemerintah untuk physical distancing, ya. Memang, sih, rasanya SFH alias school from home itu bosan banget. Tapi, ini semua demi kebaikan kamu dan orang lain. Enggak apa-apa ‘mengurung diri’ dulu di rumah selama beberapa bulan, daripada harus jatuh sakit dan malah masuk rumah sakit, kan?

Anyway, demi mendukung SFH kamu supaya berjalan lancar,  kali ini mau bagi-bagi tips mengenai cara belajar efektif di rumah, nih. Biasanya, sih, kalau enggak full konsentrasi, belajar di rumah pasti bikin ngantuk. Iya, kan?

Nah, biar kamu enggak gampang ngantuk atau enggak mudah ter-distract, berikut bakal saya bagikan cara-cara belajar efektif di rumah. Selamat membaca !

1. Tentukan Waktu

Cara belajar efektif di rumah yang pertama ialah kamu harus menentukan waktu atau buat schedule yang mirip seperti di sekolah. Tidak perlu sama persis, kok. Misalnya dengan menerapkan waktu belajar pukul 08.00 sampai pukul 13.00.

Lalu, selama 5 jam belajar itu, bagikan lagi berapa lama durasi belajar untuk mata pelajaran yang berbeda dan jangan lupa waktu istirahat. Contoh nih :

08.00 – 09.00: Kimia
09.00 – 09.30: Istirahat
09.30 – 10.30: Bahasa Inggris
10.30 – 12.00: Biologi
Dst.
Dengan menentukan waktu seperti ini, jadwal belajar kamu akan lebih terfokus dan kamu pun jadi enggak ketinggalan pelajaran.

2. Rapikan Meja Belajar

Setelah menentukan waktu, cara selanjutnya ialah dengan merapikan meja belajar. Gimana kamu mau rajin dan semangat kalau meja belajar kamu berantakan.
Makanya, momen ini pun bisa sekaligus kamu gunakan untuk ajang bersih-bersih dan membuang benda-benda yang sudah tidak diperlukan.

Pastikan meja belajar kamu cukup luas dan lengang supaya kamu bisa belajar dan berkreasi dengan bebas. Sediakan juga tempat sampah di dekat meja belajar.

Terakhir, supaya ada sedikit penyejuk, kamu bisa meletakkan tanaman hias atau aquarium kecil.

3. Cari Tahu Cara Belajar yang Sesuai

Quipperian, cara belajar tiap orang itu berbeda-beda. Ada yang senang belajar sambil mendengarkan musing, ada yang butuh ketenangan, ada pula yang senang sambil ngemil.

Nah, mencari tahu cara belajar yang sesuai dengan kamu ini bisa menghindari kamu dari kantuk atau rasa malas yang menyerang. Dengan bersantai dan rileks, belajar pun bisa jadi lebih efektif, lho.

Namun, pastikan cara belajar ini tetap bisa membuat kamu on track alias enggak terdistraksi, ya. Kalau kamu malah ingin belajarnya sambil nonton film, sih, itu enggak akan bikin belajar efektif !

4. Cari Media Belajar yang Tepat

Selain mendapat materi-materi belajar dari sekolah, selama SFH pun kamu tentu harus tetap membekali diri kamu dengan media-media belajar lain yang tepat. Misalnya saja seperti Quipper, Ruang Guru dan Zenius.
Di sana, kamu bakalan diajar oleh para tutor profesional dan andal melalui video, rangkuman, dan latihan soal.
Tentunya belajar jadi menyenangkan banget dan tidak akan bikin bosan. So, buruan daftarkan diri kamu di sini, ya.

5. Belajar Bareng Teman

Zaman yang serba canggih seperti ini, kalau kamu mau belajar bareng teman juga enggak harus dengan ngumpul bareng, kok. Kamu bisa manfaatkan beragam aplikasi untuk video call.

Dengan belajar bareng teman-teman via video call, mungkin kamu jadi lebih semangat. Rasa kantuk dan bosan pun pasti enggak akan ada. Kamu bisa mengajak beberapa teman dan jangan lupa tentukan jadwalnya, ya.

6. Minum Air Putih

Selain menyiapkan tempat, waktu, dan materi pelajaran, kamu juga harus menyiapkan fisik kamu nih supaya bisa tetap fit selama waktu belajar. Untuk itu, jangan lupa selalu sediakan air putih, ya, supaya konsentrasi tetap terjaga.

Tak hanya untuk konsentrasi, rutin minum air putih sebanyak minimal 8 gelas sehari pun bisa bikin kamu sehat. Kamu bisa menyiapkan air putih di botol minum besar supaya enggak bolak-balik ketika belajar.

7. Olahraga

Cara belajar efektif di rumah yang terakhir dan enggak boleh ketinggalan ialah dengan berolahraga. Kamu bisa melakukan olahraga ringan ketika jam istirahat. Cukup dengan stretch up untuk meregangkan kaki, tangan, dan leher. Gunanya, supaya badan kamu tetap bugar dan otak pun bisa terus on.

Dengan berolahraga, kamu pun bisa terus semangat selama waktu belajar berlangsung alias enggak bikin ngantuk. So, semangat ya!

Source :  https://www.google.com/amp/s/www.quipper.com/id/blog/tips-trick/7-cara-belajar-efektif-di-rumah-selama-pandemi-covid-19/amp/

7 Tips Jitu Ajari Anak Disiplin     

Anak-anak harus diajarkan disiplin sejak dini. Tapi ingat, orang tua harus konsisten dalam melakukannya. Psikolog Anak, Remaja, dan Kel...